WEALTH ACCUMULATION

Pada tahap ini, kebutuhan akan kekayaan untuk membiayai hidup menjadi semakinbesar. Alasannya adalah, pada umumnya, manusia mulai membangun rumah tanggadari awal hingga anak-anaknya dianggap sudah bisa hidup mandiri (misalnya:lulus S1 dan sudah dapat kerja) di tahap ini.

Biasanya terjadi padaumur 25- 55 tahun, dimana pada usia kepala 5 tersebut, manusia sudah beradapada tingkat tertinggi karir dan pendapatan rutinnya (jika bekerja sebagaikaryawan dengan sangat loyal). Dan beberapa hal mendasar seperti hutang KPR dankendaraan bermotor sudah terlunasi sepanjang tahap ini.


Oleh karena itu, untuk mengimbangi kebutuhan hidup yang besar (living cost,pendidikan anak, dan membayar hutang yang produktif dan positif), perlu adanyapenimbunan kekayaan, yaitu dengan jalan investasi yang sesuai dengan karakter/profil risiko seseorang dan kebutuhan hidupnya (jangka pendek, jangka menengah,dan jangka panjang).


Pada gambar tersebut, tersurat sebuah saran dimana keputusan untuk berinvestasihendaknya diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak anda.Sampai tingkat berapa mau disekolahkan? Mau disekolahkan dimana? Mauseberkualitas apa anak anda ingin dididik nantinya?

Selain itu, kebutuhanberinvestasi juga disarankan/ diprioritaskan untuk kebutuhan pensiun kitanantinya. Biasanya ini disarankan untuk para pribadi yang ingin mandiri pada saattuanya nanti, dan biasanya ada di negara-negara maju. Mereka ingin bisamenjalani hari tuanya dengan tanpa rasa khawatir akan harus bekerja lagi untukmencari nafkah. Jika ingin bekerja, mereka ingin beraktivitas saja tanpamemperhatikan uang hasil kerjanya.

img-1492869833.jpg

Mereka tidak ingin menyusahkan anaknya, dengan harus membiayai hidup ayah, ibudan kedua mertuanya, dan masih harus membiayai sang cucu juga (generasiSandwhich). Namun, untuk masyarakat Indonesia, masih banyak yang menganggapbahwa anak adalah 'aset' yang harus membiayai mereka sepenuhnya pada saatmereka sudah tidak bisa menghasilkan uang lagi.

Ohya, 'membiayai' di atas ini tidak sama sepenuhnya dengan 'merawat' lho ya.Merawat orang tua kan termasuk baik, karena meliputi berbagai aspek. Dan salahsatu aspeknya adalah 'membiayai'. Nah, sekarang tinggal pilihan kita, apakahkita mau menjadi beban finansial bagi anak kita atau tidak? Apakah yakin bahwakondisi bangsa ini akan sepenuhnya ramah untuk anak kita mencari nafkah ketikakita sudah tua nantinya?

DANA PENDIDIKAN ANAK

Pendidikan adalah investasisepanjang masa. Tak heran para orangtua akan merencanakan pendidikan yangterbaik untuk buah hati mereka, bahkan semenjak anaknya masih didalamkandungan. Perencanaan dana pendidikan yang baik akan menghasilkan ketenanganbatin untuk para orangtua. Membebaskan diri dari kekhawatiran resiko anak putussekolah atau masuk ke sekolah yang tidak sesuai dengan harapan orantua.

Perencanaan dana pendidikan harusdilakukan sedini mungkin.

Akan lebih baik jikaperencanaan dana pendidikan anak dilakukan jika proteksi income keluarga sudahtercukupi.

Banyak orangtua yang merasa sudahmelakukan investasi yang cukup untuk dana pendidikan buah hatinya kelak.Sayangnya, mereka belum melakukan perhitungan secara rinci untuk danapendidikan. Hal yang sering terlupakan adalah : INFLASI biaya pendidikan.

Menurut survey yang dilakukan dibeberapa universitas pilihan di Indonesia, biaya masuk perguruan tinggi sampaidengan selesai mengalami kenaikan rata-rata 10% - 20% pertahunnya.

img-1492869864.jpg

Di Indonesia, inflasi biayapendidikan memang lebih tinggi daripada inflasi kebutuhan pokok. Lalu apa yangharus dilakukan para orangtua yang sedang merencanakan pendidikan buah hatinya?

img-1492869889.png

Jawabannya sederhana, merekaharus berinvestasi di instrumen investasi yang tepat, yang memberikan returninvestasi lebih tinggi daripada angka inflasi biaya pendidikan, sedini mungkin.

Mengapa dana pendidikan anak harusdipersiapkan dari sekarang?

-Ketidakpastianekonomi dimasa datang

-Ketidakpastianfisik orangtua di masa datang

-Gayahidup boros

-Naiknyabiaya pendidikan dari tahun ke tahun

-Mahalnyabiaya pendidikan di Indonesia

Ketika kita sudah berhasil untukmembuka wawasan orangtua tentang pentingnya perencanaan dana pendidikan anak yangharus dilakukan sedini mungkin, pertanyaan selanjutnya yang terlontar darinasabah adalah, berapa besar yang harus diinvestasikan untuk mewujudkancita-cita tersebut? Jawabannya tergantung pada:

-Berapabiaya pendidikan nantinya (future value biaya pendidikan)

-Berapabanyak investasi yang ada sekarang yang diperuntukkan untuk persiapan danapendidikan.

Investasi yang sudah ada sekarangharus terlebih dahulu dihitung future valuenya untuk kemudian menjadi faktorpengurangan kebutuhan dana pendidikan.

Setelah berhasil memunculkankebutuhan dari para orangtua, maka langkah selanjutnya adalah menyajikanrekomendasi solusi. Berikan alternatif pembayaran, mana yang lebih sesuaidengan kemampuan nasabah, apakah berinvestasi sekaligus di Prudential LifeAssurance, investasi secara berkala/ reguler tahunan, atau investasi secaraberkala/ reguler bulanan.

Secara singkat, langkah-langkah,untuk menghitung kebutuhan dana pendidikan klien adalah sebagai berikut :

1. Hitung berapa kebutuhan biayapendidikan dengan mempertimbangkan faktor inflasi (Future Value) biayapendidikan.

2. Hitung nilai masa depan dari investasiyang sudah ada sekarang.

3. Hitung berapa kekurangan dana(Future value biaya pendidikan Future value investasi yang sudah ada)

4. Berikan alternatif solusi (premitunggal/ premi reguler tahunan/ premi reguler bulanan)

5. Buatkan ilustrasi/ proposal yangsesuai dengan kebutuhan dan kemampuan klien.

MenghitungBiaya Pendidikan Anak

Apakah ada diantarateman-teman ada yang sedang menghitungbiaya pendidikan anak? Dahulu saat kita SD, kita mengenal tigakebutuhan pokok, yaitu sandang, pangan dan papan. Tetapi perkembangan zamanmembuat pendidikan dan kesehatan sebagai kebutuhan pokok juga. Setiap orangtua pasti akan berusaha terbaik, untuk pendidikan anaknya.

Permasalahannyaadalah, biaya pendidikan di Indonesia mengalami kenaikan yang cukup signifikandari tahun ke tahun. Pernahkah Anda menghitung biaya pendidikan Anak saat ini?atau sudahkah Anda memiliki rencana dana pendidikan anak?

Salah satubagian dalam perencanaan dana pendidikan anak adalah menghitung biayapendidikan anak. Berapa sih biaya pendidikan saat ini.

Tidak diragukan lagibahwa biaya pendidikan di Indonesia adalah salah satu kebutuhan mendasar untukanak bangsa saat ini. Setiap tahun, para orang tua menghabiskan ratusan ribuhingga jutaan rupiah untuk iuran sekolah serta kebutuhan anak lainnya.

Jika Anda berencanamembangun keluarga atau memiliki seorang anak yang akan memulai sekolah,tentunya Anda ingin tahu berapa banyak uang yang harus disisihkan setiaptahunnya untuk pendidikan. Biayanya berbeda di tiap sekolah, dan tentunya akanada perbedaan yang signifikan antara tingkat SD dengan SMP, SMP dengan SMA danSMA dengan Universitas.

Disini, Anda mencobauntuk membandingkan berapa banyak biaya yang harus kita keluarkan tiap tahununtuk sekolah, berdasarkan data statistik tahun 2014. Jika kita memilikibeberapa anak dengan tingkat pendidikan yang berbeda (satu di SD, satu di SMP,dan satu lagi di Universitas), maka kemungkinan biaya yang dikeluarkan untukpendidikan sangatlah fantastis.

Sudah jelas bahwapendidikan tingkat tersier seperti universitas, sangatlah mahal. Terdapatperbedaan yang luar biasa antara sekolah negeri, swasta atau milik negara.Tentu saja, sekolah milik negara tidak sepenuhnya bebas dari iuran; masih adabeberapa pengeluaran sekolah yang harus dibayar, tetapi mayoritas biayasekolahnya di subsidi oleh pemerintah.

Tidak semua keluargaberkecukupan seperti yang lainnya, jadi mereka mencari jalan keluar denganbantuan finansial, seperti mengambil pinjaman pribadi, untuk membantu sang anakbersekolah. Ada juga bantuan finansial yang disediakan oleh pemerintah untukmembantu keluarga yang tidak mampu. Berbagai beasiswa dan dana bantuan jugadisediakan oleh sekolah dan pemerintah serta organisasi non profit yangmendukung anak-anak bersekolah di tiap jenjang pendidikan.

Jadi berapa banyaksebenarnya yang Anda keluarkan per tahun untuk biaya sekolah anak? Bagaimanaperbedaan antara keluarga yang hanya membiayai satu orang anak dibandingkandengan yang memiliki anak lebih dari satu?

PilihanInvestasi untuk Dana Pendidikan Anak

Apa saja pilihan investasi untuk dana pendidikan anak?Apakah cukup dengan tabungan dan deposito? atau investasi reksa dana? atauinvestasi lainnya?

Berapa yang Dibutuhkan dan Kapan?

Sebelum masuk pilihan investasi untuk dana pendidikananak, kita akan bertanya:

  • Kira-kira berapa yang Anda butuhkan untuk dana pendidikan anak?

  • Kapan dana tersebut Anda butuhkan?

Loh kok ga langsung aja ke produk-produk investasinya?Pada dasarnya investasi dapat diibaratkan sebagai kendaraan yang dapat membantukita untuk memenuhi tujuan keuangan. Dalam kasus ini kira-kira kendaraaninvestasi apa yang cocok untuk memenuhi kebutuhan dana pendidikan?

Jika Anda sudah tahu, ow saya butuh dana sebesar Rp500.000.000 untuk dana pendidikan anak saya mulai dari SMP sampai selesaikuliah. Saat ini anak saya masih umur 6 tahun, baru masuk SD kelas 1. Yahkurang lebih 6 tahun lagi baru masuk SMP, 9 tahun lagi baru masuk SMA dan 12tahun lagi baru masuk kuliah S1. Ow ya, kalau anak Anda masih lama masuksekolahnya, jangan lupa biaya pendidikan, perlu memperhatikan faktor inflasi.Jangan sampai lupa menghitung inflasi ya.

Pilihan Investasi untuk Dana Pendidikan Anak

Apa saja pilihan investasi untuk keperluan danapendidikan anak? Sebenarnya untuk kita memiliki beragam pilihan investasi untukdana pendidikan anak. Mulai dari investasi di aset real (logam mulia,properti, tanah dan lainnya) hingga investasi di paper asset (reksadana, saham, obligasi dan lainnya). Ada juga pilihan lainnya seperti tabunganpendidikan anak, deposito dan asuransi pendidikan.

Tujuan Keuangan: Dana Pendidikan Anak

Seperti yang dijelaskan di bagian pembuka, Anda harusmendefinisikan tujuan keuangan Anda dengan benar. Masalah kapan anak Anda masuksekolah menjadi sangat penting.

Dalam berinvestasi kita mengenal istilah TimeHorizon. Jika jangka waktu nya panjang, masih 12 tahun lagi, Anda dapatmenggunakan Obligasi (ORI), Reksa dana campuran, reksa dana saham atauinvestasi saham.

Kalau jangka waktunya pendek, mau tidak mau pilihaninvestasi menjadi lebih terbatas dan cenderung konservatif, misal reksadanapasar uang, tabungan dan deposito.

Profil Investor

Profil Anda sebagai calon investor juga mempengaruhi,kira-kira pilihan investasi untuk dana pendidikan anak Anda. Jangan sampai Andaseorang yang konservatif berinvestasi di saham. Jelas ini akan membuat Anda dagdig dug dan tidak tenang.

Pengetahuanterhadap Produk-Produk Keuangan

Kesalahan banyak orang adalah tidak mengenal produkinvestasi, tetapi langsung nyemplung. Sebaiknya Anda pelajari terlebih dahuluproduk-produk keuangan dan produk investasi untuk dana pendidikan anak Anda.

Kondisi Keuangan saat Ini

Kondisi keuangan keluarga Anda saat ini sangatpenting, karena Anda harus tahu saat ini masih ada utang konsumtif tidak? Masihada cicilan ini itu tidak? Apakah sudah memiliki asuransi jiwa? Ingat lho kalosudah punya anak, Anda harus memiliki asuransi jiwa. Pak kalau saya belum adaasuransi jiwa dan saya harus menyiapkan dana pendidikan anak. Kira-kira pilihaninvestasi untuk dana pendidikan anak apa yang sesuai? Ya unitlink atau asuransipendidikan dapat dipertimbangkan.

Pak kalau saya sudah punya asuransi jiwa yang cukup,kira-kira pilihan investasi untuk dana pendidikan anak apa yang cocok untuksaya? Kalau Anda sudah memiliki asuransi jiwa dengan jumlah yang memadai, Andadapat berinvestasi di reksadana atau produk investasi yang memberikan hasillebih besar.

Hati-hati Faktor I Inflasi

Ketika Kita memilih produk-produk investasi untuk danapendidikan anak, satu hal yang harus dipertimbangkan adalah berapa hasilinvestasinya. Apakah hasil investasinya bisa mengalahkan kenaikan harga (inflasi) dari biaya pendidikan.

Sebagai contoh saat ini Anda sudah menghitung danapendidikan anak saya kurang lebih Rp 500.000.000. Rata-rata pendidikanmengalami kenaikan sekitar 10% per tahun (bahkan kadang-kadang ada yang lebih).

Jika saat ini saya punya uang Rp 500.000.000 dan sayatabungkan, dengan bunga 1% per tahun. Apakah uang saya nantinya cukup untukmemenuhi biaya pendidikan anak saya? Tentu tidak kan. Nah itu harus Andapertimbangkan.

Kesimpulan

Pilihan investasi untuk dana pendidikan anak,sebenarnya sangat beragam. Permasalahannya adalah menentukan produk yang sesuaidengan karakter dan tujuan keuangan Anda. Fokus bukan pada investasi mana yangbagus? Atau investasi mana yang paling menguntungkan? Tetapi fokus padaInvestasi mana yang dapat memenuhi kebutuhan dana pendidikan anak saya? Pas mauSD cukup uangnya. Pas mau SMA cukup uangnya. Pas mau kuliah juga cukup uangnya.

img-1492870047.jpg